Bacaan I: Ibr. 6:10-20, Injil: Mrk. 2:23-28
MARKUS 2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
Markus 2:24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
Markus 2:25 Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
Markus 2:26 Bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu?yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam? dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutNya
Markus 2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
Markus 2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”
Renungan
Dalam kisah penciptaan dikatakan bahwa Allah bekerja sampai hari keenam dan hari ketujuh beristirahat. Hari ketujuh adalah hari sabat. Demikian juga kita, enam hari bekerja, dan hari Minggu berhenti bekerja untuk istirahat dan memuliakan Allah. Kebiasaan atau aturan ini baik! Namun menjadi tidak baik kalau salah dalam penggunaannya.
Hari Minggu adalah hari kebangkitan Tuhan Yesus. Kita pergi ke gereja untuk merayakan Ekaristi.Di dalamnya terungkap misteri kasih Allah kepada kita. Di situ kita menikmati kasih Allah itu dan membarui harapan kita akan janji Allah. “ Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita “ ( Ibr. 6:19 ).
Sebuah kapal akan tetap tegak di tengah laut walau ada gelombang atau badai yang menerpanya karena ada sauh atau jangkar yang dilempar ke dasar laut. Demikian juga hidup kita akan tenang, kokoh dan gigih walau diterpa aneka masalah karena kita memiliki harapan yang kuat. Harapan kita itu bagaikan sauh hidup kita dan itu sangat kuat karena mempunyai dasarnya pada janji Allah.“ Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah” ( Ibr. 6: 17 )
Tuhan Yesus, puji syukur bagi-Mu karena Engkalulah sumber perngharapan hidupku yang tak pernah goyah. Kuatkan pengharapanku, Tuhan! Amin.
Teks : Ziarah Batin 2015
Foto: Waktu Tuhan adalah Sekarang, ilustrasi dari jeffreysiauw.blogspot.com
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.