BOOK REVIEW

Panggilan Menjadi Formator Seminari

Referensi buku menjadi formator seminari dari Komisi Seminari KWI

Detail ..

Jendela Alkitab Harian

Renungan Harian 18 Mei 2012

17 Mei 2012 17:34

Jumat, 18 Mei 2012

Bacaan:

  • Kis. 18:9-18;
  • Mzm. 47:2-3,4-5,6-7;
  • Yoh. 16:20-23a

Renungan:

Setiap peristiwa kehilangan, rasa duka selalu menyertainya. Kehilangan orang yang tercinta, kehilangan anggota keluarga, seringkali meninggalkan duka dan penderitaan yang berkepanjangan, terlebih kalau kita kehilangan pribadi-pribadi yang sangat dekat dalam hati. Ini kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Banyak orang menjadi stress bahkan ada yang menjadi gila karena kehilangan orang tercinta.

Peristiwa kenaikan Tuhan meninggalkan suasana duka dan kecemasan dalam diri para rasul. Ada ketakutan, ada kecemasan dan kegalauan. Namun Yesus tentu saja tidak ingin meninggalkan para murid dalam ketidakpastian. Sekalipun ia pergi, namun Yesus menjanjikan kehadiran baru. Yesus menjanjikan Roh Kudus penghibur yang akan menemani para murid. Ia akan pergi namun Yesus berjanji untuk mengutus Roh KudusNya guna mengapus setiap tetesan air mata para muridNya. Roh yang sama akan menghapus dukacita menjadi sukacita. Roh sukacita itu akan menjadi bagian dari kehidupan para murid Kita umat kristiani adalah generasi penerus para murid. Tidak seperti para murid yang mengalami kehadiran langsung Yesus, kita tidak mengalami sosok pribadi Yesus hadir di tengah kita. Namun demikian, imanlah yang membantu kita untuk menyadari bahwa Yesus ada di tengah-tengah kita. Kiranya tidak menjadi terlalu penting lagi bahwa kita merasakan kehadiran Yesus.

Yang paling penting adalah bahwa kita tetap tekun dan setia dalam jalan-jalan yang diajarkan kepada kita. Menjadi penting adalah iman bahwa Yesus selalu ada di tengah kita dan menyertai kita dengan Roh Kudusnya. Kesadaran inilah yang perlu senantiasa kita yakini.

 

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)



Viewed: 35 ; Printed: 2


~~ arsip ~~