
Sabtu, 25 Mei 2013
Bacaan:
Renungan:
Yesus mengangkat keberadaan anak kecil sebagai sarana mencapai kerajaan Surga. Adakah orang yang membenci anak kecil? Tentu orang itu tidak normal. Kehadiran anak kecil membawa keceriaan kelucuan, bebas tanpa beban, kepolosan, apa adanya, pasrah,dll. Pernah suatu hari rombongan adikku yang berjumlah 8 orang ketinggalan pesawat karena salah informasi. Tiket pesawat dan Kereta Api hangus. Dalam kegundahan itu dia terhibur oleh keceriaan & kelucuan anak-anaknya terutama si Marcelino yang selalu bertingkah di luar dugaan yang menimbulkan gelak tawa. Akhirnya adik saya bisa mupus pasrah: "Uang dapat dicari namun kebahagiaan anak-anak mahal harganya". Mereka berdua mengusahakan mendapat tiket baru untuk 8 orang untuk melanjutkan perjalanan liburan keluarga.
Anak kecil tidak merasakan problem orang tuanya sedang bingung atau susah. Dia muncul dengan kepolosan dan celotehnya yang menghibur. Suasana dibuat jadi cair dan gembira kebahagiaanpuntercipta lagi. Sifat anak kecil yang pasrah, cerah, ceria hanya mengandalkan Tuhan inilah yang dimaksud Yesus sebagai jalan keselamatan menuju surga.
Orang dewasa sering disibukan dengan segala perkara yang membuat mereka tidak fokus/konsentrasi sehingga mereka tidak mampu lagi untuk tersenyum, tertawa, apalagi bahagia.
(Renungan Harian Mutiara Iman 2013, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)