Dokumen Vatikan dari Congregazione per L'Educazione Cattolica untuk Pendidikan Calon Imam

(Kuala Lumpur 20/01/09) Polisi Malaysia Rabu mengumumkan penangkapan delapan orang yang diduga melakukan penyerangan atas sebuah gereja Kristen dengan bom, yang kemudian memicu ketegangan agama di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Serangan pertama ini diikuti yang lain dengan menyerang sedikitnya 11 gereja dan sebuah kuil Sikh.
Pihak berwenang menahan delapan tersangka sejak Selasa, dalam kaitannya dengan serangan pada 8 Januari Metro Kuala Lumpur Gereja Kemah Suci. "Itu adalah pertama dan paling serius dari semua serangan terhadap gereja-gereja lainnya," kata Bakri Zinin, kepala investigasi kriminal kepolisian federal. Ia percaya, kasus pembakaran gereja akan terus dikawalnya hingga ke pengadilan.
Kedelapan tersangka itu beretnis Melayu berusia antara 21-26 tahun. Polisi melacak mereka setelah salah satu dari mereka mencari pengobatan di rumah sakit untuk cedera akibat luka bakar.
Pembakaran gereja dipicu oleh keputusan pengadilan pada 31 Desember 2009 yang memenangkan sebuah tabliod Kristen Malaysia untuk diperkenankan menggunakan kata 'Allah' untuk merujuk kepada 'Tuhan'. Putusan itu mengejutkan banyak orang yang bersikeras bahwa membiarkan orang-orang Kristen menggunakan kata bisa membingungkan sebagian kaum Muslimin dan membuat mereka untuk murtad.(republika.co.id)