Dokumen Vatikan dari Congregazione per L'Educazione Cattolica untuk Pendidikan Calon Imam

Perayaan Natal Bersama PNS-TNI-POLRI dan Umat Kristiani Kalimantan Selatan
(Banjarmasin 12/09) 'Ada banyak alasan orang merayakan Natal. Misalnya saja mereka yang merayakan Natal karena alasan bisnis, dengan harapan supaya bisnis mereka hidup dan sebagainya,' demikian kata pembuka kotbah yang disampaikan oleh Rektor Institut Teologia Aletheia, Lawang Pdt. Kornelius A. Setiawan, D.Th dalam acara Perayaan Natal Bersama PNS - TNI - POLRI dan umat Kristiani Kalimantan Selatan, yang digelar di Grand Palace Restaurant, Banjarmasin pada hari Selasa, 29 Desember 2009 yang lalu.
Lebih lanjut Pdt. Kornelius bertanya kepada semua yang hadir, "Sekarang bagaimana makna Natal bagi orang-orang percaya? Sesuai tema Natal "Tuhan itu Baik Kepada Semua Orang," maka marilah kita memuji Allah karena karya-Nya yang luar biasa. Alasan Pemazmur dan kita memuji Allah antara lain, pertama: Allah itu baik kepada umat-Nya. Kasih Allah itu luar biasa kepada kita dan kasih-Nya sungguh-sungguh dinyatakan kepada kita. Berita Natal pertama-tama disampaikan kepada para gembala - yang menduduki strata paling rendah. Namun berita Natal juga disampaikan kepada banyak orang, termasuk kepada orang-orang Majus melalui bintang timur. Dari catatan ini kita bisa simpulkan bahwa Allah mengasihi semua orang." Yang kedua: Allah baik kepada semua orang dan itu tercermin dari tema Natal kita tahun ini. Sesuai dengan Kitab Kejadian, bahwa kita semua diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga kita punya tanggung jawab untuk memelihara segala yang dipercayakan Allah kepada kita."
Perayaan Natal Bersama PNS - TNI - POLRI dan umat Kristiani Kalimantan Selatan kali ini dihadiri tidak kurang dari 3.000 orang umat dan mempergunakan liturgi Katolik. Selaku Pemimpin Ibadah adalah Pastor Yosef Kristianto, MSF. Sedangkan penyalaan lilin dilakukan oleh 10 orang, yaitu: Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Timang, Ketua PGI Wilayah Kalsel Pdt. Luster Purba, Ketua Umum Sinode GKE Kalsel Pdt. H.P. Oedoy, M.Th, perwakilan TNI AD Lettu Frans Dirman, perwakilan TNI AL Pelda Cristianus, perwakilan TNI AU Letda Fristo Laga, perwakilan Polri AKP Sipayung, perwakilan PNS Ir. Hardi Mantir MTP, perwakilan umat Dristie Adhistana dan Ketua Panitia Kombes Pol. Drs. Hulman Gultom. Prosesi penyalaan lilin dilakukan sesaat sebelum penyampaian kotbah.
Ibadat Perayaan Natal malam itu ditutup dengan berkat dari Mgr. Timang. Usai Ibadat digelar berbagai pertunjukan kesenian daerah dan lagu-lagu. Tarian pembuka yang disajikan adalah Tari Mandau, yaitu salah satu tarian Dayak yang tampak atraktif dengan busana perang dan senjata mandau di tangan. Setelah tarian usai, tampil anak-anak SD Katolik Sanjaya Banjarbaru yang menampilkan operet Kisah Natal. Penampilan anak-anak ini cukup memukau, bahkan sekali waktu mampu membuat penonton tertawa menyaksikan tingkah polah mereka yang lucu di atas panggung.
Tarian berikutnya adalah Tari Baksa Kembang yang ditarikan oleh 3 orang gadis yang cantik jelita dalam busana khas Banjar. Kehadiran para penari ini ke atas panggung adalah sekaligus untuk mengiringi dan menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Ariffin, Kakanwil Departemen Agama Provinsi Kalsel Prof. Dr. Fahmi Arif beserta rombongan yang memasuki ruangan sesaat setelah Ibadat Natal berakhir. Setelah tamu undangan duduk di tempat yang disediakan, disampaikanlah beberapa kata sambutan.
Sambutan pertama oleh Ketua Panitia Kombes Pol. Hulman Gultom. Kepada semua yang hadir Hulman Gultom menyampaikan laporan singkat seputar Perayaan Natal Bersama PNS - TNI - POLRI dan umat Kristiani Kalimantan Selatan malam itu. "Sebagai bentuk kepedulian kami kepada sesama, kami juga telah melakukan berbagai kegiatan bakti sosial, antara lain: 1) Ke Yayasan Bhakti Luhur Banjarmasin untuk mengunjungi anak cacat dan terlantar, 2) Ke Rumah Jompo Budi Sejahtera Martapura dan 3) Ke Yayasan Suaka Ananda BPost. Dengan mengutip tema Natal tahun ini kita harapkan toleransi antar umat beragama dan lintas suku bangsa dapat terwujud dan kesejahteraan bersama dapat tercapai."
Selanjutnya tampil solis anak - Yosua Hutabarat yang meraih medali emas mewakili Kalimantan Selatan dalam Pesparawi 2009 di Samarinda beberapa waktu yang lalu. Malam itu Yosua membawakan lagu "Pimpin Langkahku" dengan penuh penghayatan.
Setelah itu disampaikan kata sambutan berikutnya, yaitu dari Prof. Dr. Fahmi Arif. "Perayaan hari-hari besar keagamaan - seperti halnya dengan Perayaan Natal, kiranya membawa kedamaian, kebahagiaan dan kegembiraan bagi kita semua," ucap Fahmi Arif mengawali sambutannya. "Terlebih pada Perayaan Natal 2009 yang didukung oleh situasi Kalsel yang kondusif, aman dan tentram. Maka diharapkan supaya setiap orang meneladani kebaikan-kebaikan Tuhan bagi umat; dan kiranya hal itu tidak hanya diucapkan saja; melainkan dihayati di hati dan dipraktekkan dalam kehidupan nyata."
Dalam sambutannya Gubernur Rudy Ariffin berharap kepada semua yang hadir untuk menjadikan moment Perayaan Natal agar dapat membawa nuansa positif, demi menciptakan kehidupan yang rukun, damai dan harmonis dalam kehidupan masyarakat Kalsel. "Tiap perayaan hari besar keagaaman, tentu mempunyai maknanya sendiri-sendiri. Dalam setiap perayaan hari besar agama, toleransi dan kerukunan menjadi harapan kita bersama; untuk memelihara sikap saling menghormati dan menghargai yang akan selalu membawa kita dalam kehidupan yang damai dan aman. Mudah-mudahan di tahun 2010 Kalimantan Selatan lebih maju, lebih sejahtera dan memberikan kehidupan yang nyaman bagi masyarakat Kalsel."
Acara kemudian dilanjutkan dengan tari-tarian dan paduan suara. Tarian yang cukup lama tampil di atas pentas adalah Tari Bahalai, Balian dan Giring-giring yang ditarikan secara bergantian. Keseluruhan acara yang dimulai sejak pukul 19.00 Wita pada malam itu ditutup dengan pengundian doorprize hingga berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.(Dionisius Agus)